Pengertian Hipermarket, Supermartket, Minimarket dan Minimarket Rumahan
- account_circle garvindorakdisplay.com
- calendar_month 14/04/2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- label news
Hipermarket
Hipermarket merupakan sebuah bentuk dari pasar modern yang sangat besar (diatas 5.000 meter) , baik itu dalam segi luas tempat maupun dari barang – barang yang diperdagangkan.
Dari segi harga , barang – barang di hipermarket seringkali lebih murah jika dibandingkan dengan harga barang yang ada di supermarket , toko , atau pasar tradisional . Ini dimungkinkan karena hipermarket memiliki modal yang sangat besar dan membeli barang dari produsen dalam jumlah lebih besar daripada pesaingnya , tetapi menjualnya dalam bentuk satuan .
Dalam prakteknya mulai sekitar tahun 2000 – an , untuk menyeimbangkan antara pasar tradisional dan pasar modern , beberapa produsen consumer goods telah membedakan harga jual untuk kedua jenis pasar tersebut . Praktik ini meningkatkan daya saing di tingkat pedagang eceran sehingga harga eceran mereka bisa lebih murah atau sama dengan di pasar modern .
Di negara maju , sebuah hipermarket biasanya terletak di pinggiran kota , agar tidak mematikan toko- toko yang lebih kecil .
Di Indonesia , menurut peraturan pemerintah , pasar modern dapat berdiri di semua ibu kota provinsi dan ibu kota kabupaten / kota yang perkembangan kota dan ekonominya dianggap sangat pesat .
Beberapa hipermarket di Indonesia adalah : Carrefour , Giant Hypermarket , Hypermart , dan Makro . Mereka adalah Supermarket – supermarket terbesar yang ada ditanah
SUPERMARKET
Supermarket atau dengan nama lain pasar swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari – hari . Kata yang secara harfiah yang diambil dari bahasa Inggris ini artinya adalah pasar yang besar.
Barang – barang yang dijual biasanya merupakan barang – barang kebutuhan sehari- hari . Seperti bahan makanan , minuman , dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya .
Berbeda dengan Hipermarket , luas Supermarket ini adalah 1000-5000 meter . Luasnya tidak lebih dari 5000 meter , karena ini bisa disebut level duanya Hipermarket .
Contoh supermarket yang telah berdiri di Indonesia adalah sejenis supermarket Giant , Carrefour Express dan lainnya .
Jenis barang yang dijual di Supermarket pun tidak terlalu banyak , hanya berkisar di 5000-7500 item saja , tidak lebih . Barang – barang ini meliputi elektonik , pakaian , minuman , buah – buahan dan berbagai kelengkapan lainnya.
MIDIMARKET
Midimarket adalah toko swalayan yang hanya memiliki satu atau dua mesin register sementara supermarket adalah swalayan besar yang juga menjual barang – barang segar seperti sayur dan daging dengan jumlah mesin registernya mencapai tiga ke atas .
Ukuran swalayan ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Supermarket namun juga lebih besar dari Minimarket . Luasnya berkisar antara 500 sampai 900 meter . Tapi kebanyakan orang tetap saja menggunakan nama Minimarket untuk tokonya , walau pun sebenarnya masuk ke dalam kategori Midimarket , hal itu dikarenakan nama Minimarket lebih terkenal daripada Midimarket .
Jumlah item yang dijual di Midimarket pun lumayan banyak , sekitar 5000 sampai 7500 item yang meliputi makanan segar , sayuran , daging dan buah – buahan . Dengan jam operasional bisa mencapai 24 jam.
MINIMARKET
Sebuah minimarket sebenarnya adalah semacam ” toko kelontong ” atau yang menjual segala macam barang dan makanan , perbedaannya disini biasanya minimarket menerapkan sebuah sistem mesin kasir point of sale untuk penjualannya , namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket .
Berbeda dengan toko kelontong , minimarket menerapkan sistem swalayan , dimana pembeli mengambil sendiri barang yang ia butuhkan dari rak – rak minimarket dan membayarnya di meja mesin kasir . Sistem ini juga membantu agar pembeli tidak berhutang .
Sebuah minimarket jam bukanya juga lain dari sebuah supermarket , minimarket circle K jam bukanya hingga 24 jam . Barang – barang yang dijual disini tidak terlalu banyak , hanya berkisar di angka 2500 sampai dengan 5000 item saja .
Ukuran toko pun antara 300 -500 persegi , sebagai contoh lihat saja INDOMARET atau ALFAMART . Rata rata ukurannya mereka sama . Selain itu radius area yang dilayani minimarket juga tidak jauh yaitu secara efektif
kurang dari 2 km . Dan ini sudah menjadi panduan para retail minimarket .
Minimarket yang ada di Indonesia adalah Alfamart , Indomaret , Ceriamart , Starmart , Circle K , dan banyak minimarket yang dikelola individu perorangan lainnya . Hal paling penting dalam usaha minimarket adalah pemilihan rak minimarket yang tepat .
MINIMARKET RUMAHAN / SEDERHANA
Sebenarnya minimarket ini adalah perubahan sistem dari warung kelontong . Dimana sebuah warung yang biasanya menganut sistem jual beli secara langsung tanpa menggunakan mesin register , disini menjadi lebih modern .
Selain itu pula , Minimarket ini tidak melakukan tawar menawar . Melainkan menjual dengan selayaknya Minimarket , dimana harga sudah dibandrol .
Minimarket Rumahan didirikan tidak di jalan raya , seperti minimarket besar pada umumnya , tetapi di jalan – jalan atau gang padat penduduk . Inilah sebuah kelebihan Minimarket Rumahan , karena lebih dekat dengan penduduk , daya beli masyarakat juga menjadi lebih tinggi .
Minimarket Rumahan ini dibangun diatas bangunan yang ada , bisa itu dari rumah sewaan.
Walau pun Minimarket saat ini menjamur di mana- mana . Bahkan , sampai daerah perkampungan pun juga terdapat minimarket , akan tetapi peluang bisnis Minimarket Rumahan ini , tidak akan pernah pudar .
Konsep simpel , gampang , dan praktis dalam membeli membuat konsumen beralih ke minimarket rumahan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari , daripada ke warung kelontong .
Contohnya untuk membeli sebungkus rokok saja , si pembeli tidak akan pergi ke minimarket di depan jalan raya jika ada Minimarket Rumahan di dekat rumahnya . Dan si pembeli pun tidak akan membeli di warung kelontong , dimana harga masih tawar menawar , kembalian kurang atau belum ada receh , lebih parahnya lagi terkadang kita sudah teriak – teriak mau membeli , si penjualnya sedang beraktivitas di dalam atau belakang tokonya . Inilah keterbelakangan warung kelontong yang membuatnya tertinggal dari Minimarket Rumahan .
Kebanyakan minimarket yang kita jumpai saat ini adalah minimarket waralaba , yang untuk mendirikannya butuh modal besar . Sementara Minimarket Rumahan sangat memungkinkan dibangun dengan modal minim .
